Asam Menurut Arrhenius: Pengertian dan Karakteristiknya : menurut.id

Pengertian Asam Menurut Arrhenius

Halo semua, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai asam menurut Arrhenius. Sebelum memulai, mari kita terlebih dahulu memahami pengertian dari asam menurut Arrhenius. Menurut Arrhenius, asam adalah senyawa yang dapat memisahkan ion H+ (ion hidrogen) saat dilarutkan dalam air. Dalam definisinya, Arrhenius juga menyebutkan bahwa larutan asam memiliki pH kurang dari 7.

Arrhenius sendiri merupakan seorang ahli kimia Swedia yang mengembangkan konsep ini pada tahun 1883. Konsep asam menurut Arrhenius ini menjadi dasar bagi pengembangan konsep asam selanjutnya, seperti asam menurut Bronsted-Lowry dan asam menurut Lewis.

Kita akan membahas lebih lanjut mengenai karakteristik asam menurut Arrhenius pada subjudul berikutnya.

Karakteristik Asam Menurut Arrhenius

Ada beberapa karakteristik asam menurut Arrhenius yang perlu dipahami, antara lain:

1. Memisahkan Ion H+

Karakteristik pertama asam menurut Arrhenius adalah senyawa tersebut dapat memisahkan ion H+ saat dilarutkan dalam air. Ion H+ ini disebut juga sebagai kation hidrogen atau proton. Dalam larutan asam, ion H+ akan banyak terdapat karena senyawa asam melepaskan ion H+ tersebut. Oleh karena itu, larutan asam bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata jika terkena langsung.

2. Rasa Asam

Rasa asam adalah karakteristik kedua dari asam menurut Arrhenius. Ketika senyawa asam dilarutkan dalam air, maka rasa asam akan terasa pada lidah. Rasa asam ini disebabkan oleh perubahan pH pada larutan tersebut.

3. pH Kurang dari 7

Karakteristik ketiga dari asam menurut Arrhenius adalah memiliki pH kurang dari 7. pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan larutan, dimana semakin rendah pH maka semakin asam larutan tersebut. pH 7 merupakan nilai netral, sedangkan nilai pH di atas 7 menandakan kebasaan larutan.

4. Reaksi dengan Logam dan Basa

Karakteristik terakhir dari asam menurut Arrhenius adalah senyawa asam dapat bereaksi dengan logam dan basa. Reaksi antara asam dan logam akan menghasilkan gas H2, sedangkan reaksi antara asam dan basa akan menghasilkan garam dan air.

Contoh Asam Menurut Arrhenius

Beberapa contoh senyawa asam menurut Arrhenius adalah:

Senyawa Asam Sifat Asam
Asam Klorida (HCl) Bersifat Korosif dan memiliki rasa asam
Asam Sulfat (H2SO4) Bersifat Korosif dan memiliki rasa asam
Asam Nitrat (HNO3) Bersifat Korosif dan memiliki rasa asam
Asam Asetat (CH3COOH) Memiliki rasa asam dan digunakan dalam pembuatan cuka

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Asam Menurut Arrhenius?

Asam menurut Arrhenius adalah senyawa kimia yang dapat memisahkan ion H+ saat dilarutkan dalam air dan memiliki pH kurang dari 7.

2. Apa fungsi utama konsep Asam Menurut Arrhenius?

Konsep Asam Menurut Arrhenius menjadi dasar bagi perkembangan konsep asam selanjutnya, seperti asam menurut Bronsted-Lowry dan asam menurut Lewis.

3. Apa contoh senyawa asam menurut Arrhenius?

Beberapa contoh senyawa asam menurut Arrhenius adalah asam klorida (HCl), asam sulfur (H2SO4), asam nitrat (HNO3), dan asam asetat (CH3COOH).

4. Apa yang dimaksud dengan pH?

pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan larutan. Semakin rendah pH, maka semakin asam larutan tersebut. pH 7 merupakan nilai netral, sedangkan nilai pH di atas 7 menandakan kebasaan larutan.

5. Apa reaksi yang terjadi saat asam bereaksi dengan logam dan basa?

Reaksi antara asam dan logam akan menghasilkan gas H2, sedangkan reaksi antara asam dan basa akan menghasilkan garam dan air.

Sumber :